Reksadana: Alternatif Investasi Pemodal Kecil
Yang Terhormat, theOSI-ers
Punya uang terbatas tapi ingin merasakan gejolak pasar modal? Atau ingin kecipratan melonjaknya harga saham tanpa harus pusing memelototi angka dan nguping kiri-kanan? Cobalah reksa dana. "Celengan" baru ini menawarkan banyak keuntungan dan kemudahan. Tapi prinsip teliti sebelum membeli tetap harus dipegang.
Pusing memikirkan uang bukan dominasi mereka yang tak punya. Yang kelebihan uang ternyata juga pusing. Setidaknya itu dialami Mimi (35), ibu rumah tangga sekaligus wanita pekerja. Awal tahun ini ia memperoleh bonus lumayan besar. Demikian pula dengan suaminya. Tapi kelebihan uang itu justru memusingkan kepalanya. Rencananya mau membeli rumah. Apa daya ternyata tak cukup.Untuk sementara, kelebihan uang itu ditabung di sebuah bank swasta dengan bunga 13% per tahun. Tapi seperti pengakuannya, ia menjadi royal dalam berbelanja. Investasi emas, ia risi ketika harus menjualnya sewaktu memerlukan uang. Ketika ia mencoba memikirkan deposito, suaminya menawarkan kemungkinan memperbesar uang dengan membeli reksa dana. Dari beberapa brosur yang dibacanya, Mimi hampir merasa yakin ia bakal mengantungi lebih dari 17% dari hasil menanamkan uangnya di reksa dana. Bunga itu pun tak harus ditunggunya selama satu tahun seperti umumnya bunga yang diberikan bank.
"Perkawinan" manajer dengan bank
Reksa (= kumpul) dana atau istilah asingnya mutual fund sebenarnya bukanlah produk baru dalam bidang investasi. Seperti penuturan Tan Kok An, M.B.A., senior sssistant vice president Bank Danamon serta Frida Lidwina (23), fund executive Panin Securitas - penerbit reksa dana Panin Dana Optima dan Panin Dana Maksima, di Amerika jenis investasi ini sudah berusia lebih dari seabad. Tak heran kalau di sana investasi reksa dana tak ubahnya seperti tabungan saja. "Di Amerika sudah mengakar di masyarakat. Ibu-ibu rumah tangga pun investasi di mutual fund," kata Tan yang sempat kuliah di Amerika.
Prinsipnya, reksa dana adalah wadah yang mengumpulkan dana dari masyarakat untuk dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan kembali ke pasar modal, seperti efek ekuitas (saham), efek berpendapatan tetap (obligasi), dan instrumen pasar uang (promes, wesel). Tujuannya tentu untuk memperoleh keuntungan lebih baik. Dana yang terkumpul tidak dipegang oleh manajer investasi, tapi disimpan dan diasuransikan oleh bank yang memperoleh izin dari Bapepam sebagai bank penjamin (kustodian).Sejak maraknya reksa dana tahun 1996, sekarang telah beredar sekitar 60-an reksa dana dalam masyarakat. Dalam UU Pasar Modal 1995 disebutkan ada dua bentuk reksa dana, yaitu perseroan atau tertutup (close-end & limited liability atau corporote type) dan kontrak investasi kolektif (KIK) atau terbuka (open-end atau contractual type). Perbedaan kedua bentuk itu terletak pada tingkat likuiditas (kemudahan diuangkan) dan apa yang dijual kepada investor.
Reksa dana tertutup menjual saham, yang terbuka menjual unit penyertaan (UP). Pada reksa dana tertutup likuiditasnya 100% tergantung pada likuiditas bursa efek tempat ia dicatatkan. Pada KIK, manajer investasi wajib membeli kembali bila investor ingin menguangkannya. Karena sifat-sifat itu, reksa dana terbuka lebih diminati. Sampai saat ini hanya ada satu reksa dana tertutup yaitu BDNI Reksa Dana. Itu pun rencananya akan diubah menjadi reksa dana terbuka.
Berdasarkan portofolionya ada empat macam reksa dana. Pertama, reksa dana fixed income (berpendapatan tetap). Di sini minimum 70% dana yang terkumpul diinvestasikan ke dalam instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi, dan instrumen pasar uang seperti CD (certificate of deposito), CP (commercial papers), MTN (medium term note), dll. Kedua, reksa dana saham. Pada jenis ini minimum 70% dana terkumpul dibiakkan dalam instrumen efek ekuitas (saham). Ketiga, reksa dana campuran. Dana yang terkumpul dibagi rata antara pendapatan tetap dan efek ekuitas. Keempat, reksa dana pasar uang; 100% dana terkumpul ditanamkan dalam instrumen pasar uang (seperti deposito).
Dalam bahasa Frida, antara manajer investasi dan bank kustodian terjadi "perkawinan", membentuk sebuah keluarga bernama reksa dana. Bapepam bertindak sebagai saksi, yang juga akan mengawasi selama keluarga itu masih akur. Layaknya sebuah perkawinan, bank kustodian tidak boleh berasal dari "keluarga" manajer investasi dalam arti bukan afiliasi atau grupnya. "Misalnya Panin Securitas tidak bisa menunjuk Bank Panin sebagai kustodiannya. Sama aja bo'ong," contoh Frida. Keluarga ini bisa bubar atas persetujuan Bapepam.
Di Indonesia jabang bayi reksa dana sudah lahir sejak 1977. PT (Persero) Danareksa yang membidani kelahirannya dalam bentuk unit trust. Masa itu PT Danareksa didirikan untuk memasyarakatkan kepemilikan saham dan bukti kepemilikan perusahaan lainnya (financial assets). Caranya, Danareksa menjadi perantara keuangan dengan menjembatani masa jatuh tempo, denominasi, dan pengurangan risiko melalui diversifikasi investasi. Sertifikat Danareksa bisa dibeli hampir di seluruh Indonesia melalui bank-bank pemerintah yang menjadi agennya. Kurs jual-belinya pun akrab di telinga kita karena dipublikasikan lewat corong RRI, biasanya setelah siaran berita pukul 20.00 WIB.
Kalau akhir-akhir ini reksa dana tumbuh pesat, itu karena dipupuk oleh iklim pasar modal yang kondusif serta ditunjang oleh Bapepam yang rajin mendorong perusahaan sekuritas yang memiliki izin sebagai manajer investasi untuk membuka reksa dana. Menteri Keuangan pun ikut mendorong menjamurnya reksa dana dengan mengeluarkan SK yang memperbolehkan Dana Pensiun menanamkan uangnya di reksa dana meski dengan batasan maksimal 10% dari seluruh dana investasi untuk sebuah reksa dana.
Sebagai sebuah bentuk investasi, reksa dana tentu menjanjikan keuntungan. Ada dua bentuk keuntungan yang bisa diraih, yakni berupa uang tunai (dividen) seperti pada Danareksa dan pertumbuhan aset jika nilai efek dalam portofolio reksa dana meningkat. Pertumbuhan aset ini menjadi salah satu keunggulan reksa dana dibandingkan dengan tabungan atau deposito yang hanya memberikan pendapatan berupa bunga. Pendapatan dari dividen bisa dicairkan (redeem) atau diinvestasikan kembali untuk membeli UP tambahan pada reksa dana tersebut.
Selain berbuah untung, reksa dana juga bisa rugi karena termasuk dalam investasi non fixed income. Jadi bukan seperti deposito dengan bayangan keuntungan yang sudah tercetak hitam di atas putih. Meski Bapepam mengharamkan janji keuntungan kepada pemodal, namun sah-sah saja kalau manajer investasi mematok suatu target keuntungan berdasarkan pengalamannya. "Jadi tidak bisa kita bilang, 'Eh, ikut reksa dana dong. Nanti dapat untung 50%.' Tidak bisa itu, tapi mungkin," kata Frida. Besar-kecilnya keuntungan investor sangat bergantung pada turun-naiknya nilai instrumen tempat reksa dana dibenamkan. Tapi soal bagaimana memainkan dana ke dalam pasar modal sepenuhnya tergantung pada manajer investasi. Investor tinggal ongkang-ongkang kaki sambil menunggu hasil.
Bagi investor tentu hal itu sangat menggoda. Investor tak perlu memelototi monitor dan menguping rumor serta menganalisis dan harus sport jantung, seperti yang terjadi pada investor saham. Investor akan semakin tergoda kalau tahu keuntungan reksa dana bukanlah objek pajak. Ini berbeda dengan deposito yang dikenai pajak 15%. Godaan lain, selain likuid dan dikelola oleh profesional, harganya relatif murah. Harga satu UP-nya Rp 1.000,- pada penawaran perdana. Setelah penawaran perdana, harga tersebut berubah sesuai dengan nilai aktiva bersih (NAB) yang merupakan nilai per-UP yang ditentukan berdasar rumus: total aktiva dikurangi total kewajiban, lalu dibagi jumlah UP yang terjual. Jadi bisa turun, bisa pula naik.
NAB itu mencerminkan nilai sebenarnya dari dana masyarakat pemodal yang ditanamkan dalam reksa dana pada satu periode, dan dihitung oleh bank kustodian untuk menjaga objektivitasnya. Hasilnya bisa dipantau di surat kabar.
"dikutip dari www.untungadaosi.blogspot.com"
"makna hidup sejahtera adalah ketika kita mengalami kemajuan secara mental, spiritual, intelektual, sosial dan finansial dengan cara merubah pola pikir negatif menjadi positif, melepaskan semua keyakinan yang keliru dan kembali pada jalan Nya,menambah wawasan dan pengetahuan, menjalin hubungan sosial yang harmonis, secara sunatullah akan membuka pintu rezeki yang dapat menunjang finansial anda,mengalir bebas dlm keberkahan hidup sehingga kesejahteraan dapat menciptakan kehidupan bagi orang lain
Entri Populer
-
Hak Usaha adalah merupakan Hak yang diberikan oleh program OSI (One Solution Investment) kepada Orang yang telah terdaftar sebagai member ...
-
Reksadana: Alternatif Investasi Pemodal Kecil Yang Terhormat, theOSI-ers Punya uang terbatas tapi ingin merasakan gejolak pasar modal? Ata...
-
Menabung vs Investasi Apa bedanya menabung dengan investasi? Jika Anda sudah punya tabungan, apakah i...
-
Lima Persiapan Sebelum Investasi Semua pihak baik lembaga atau perorangan bisa berinvestasi. "I...
-
FORMULIR REGISTRASI ULANG ANGGOTA LAMA Registrasi Nomor : PSK-04/………/…………/…….. Yang bertanda tangan di bawah ini, Nama ( KK ) ...
Senin, 31 Januari 2011
untung ada OSI
Marilah Kita Bersyukur
Prolog yang menyentak hati dan memaksanya menunduk, merenungi makna mendalam konsep sederhana yang acapkali terlupakan dengan beragamnya persoalan hidup dan kehidupan ini, muncul menjadi salam pembuka dari sebuah buku panduan tentang investasi reksa dana (Lihat, Eko Priyo Pratomo dan Ubaidillah Nugraha, 2009: Reksa Dana). Bersyukurlah bagi orang yang telah memiliki pekerjaan serta penghasilan yang mencukupi untuk kebutuhan hidup. Masih banyak orang lain yang tidak memiliki pekerjaan atau sudah mempunyai pekerjaan namun penghasilannya masih juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan rekreasi yang wajar. Salah satu cara bersyukur atas rejeki yang diperoleh adalah dengan membelanjakannya secara terukur, dan menabungnya sebagian sebagai investasi untuk masa depan. Banyak orang mengeluh bahwa sejak mulai bekerja dengan penghasilan “pas-pasan” hingga bertahun-tahun kemudian dengan penghasilan yang terus meningkat, masih tetap juga tidak mampu menabung karena kebutuhan hidup terus meningkat. Ribuan hari dilalui dengan menyimpan keluhan bahwa penghasilan masih saja “pas-pasan” walaupun secara absolut penghasilan yang diterima jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Menyisihkan penghasilan untuk mendapatkan kelebihan dana agar bisa diinvestasikan memang memerlukan disiplin yang tinggi terkait dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan melekatnya kesadaran tentang ketidakpastian di masa mendatang. Berinvestasi mempunyai banyak maksud dan tujuan. Beberapa di antaranya diungkap Joko Salim (Lihat Joko Salim, 2010: 10 Investasi Paling Gampang dan Paling Aman) dapat dirinci sebagai berikut:
· untuk berjaga-jaga
· mendapatkan keuntungan
· mengalahkan inflasi
· memiliki kehidupan lebih layak, dan
· mempersiapkan dana pensiun
Istilah investasi itu sendiri memang seringkali menyiratkan tentang uang dalam jumlah besar dan jangka waktu lama. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa menyisihkan dana sebesar Rp 3.000 setiap hari selama 10 tahun dengan hasil 10 % per tahun akan menghasilkan rejeki nomplok tak terkira banyaknya. Sebagian besar orang juga tidak mengetahui, bahwa pada dasarnya hukum investasi sangat sederhana, hanya menyangkut dana, waktu dan suku bunga (interest). Akan tetapi, salah satu penyebab ketidakpahaman masyarakat tersebut adalah minimnya dan tidak meratanya penyebaran informasi tentang investasi.
Jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa dengan tingkat literasi investasi yang rendah menjadi satu faktor kelemahan pasar finansial Indonesia; yaitu, basis investor lokal yang belum mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat ini masih banyak calon investor lokal yang relatif masih buta investasi finansial. Sementara itu, bagi banyak calon pemodal yang memiliki jumlah uang relatif terbatas, tidak mempunyai cukup waktu untuk mengelola sendiri investasinya, sekaligus pengetahuan dan akses informasi tentang investasi pasar finansial terbatas, mereka memerlukan sarana tepat untuk berinvestasi. Jawabannya adalah reksa dana.
"dikutip dari www.untungadaosi.blogspot.com"
Prolog yang menyentak hati dan memaksanya menunduk, merenungi makna mendalam konsep sederhana yang acapkali terlupakan dengan beragamnya persoalan hidup dan kehidupan ini, muncul menjadi salam pembuka dari sebuah buku panduan tentang investasi reksa dana (Lihat, Eko Priyo Pratomo dan Ubaidillah Nugraha, 2009: Reksa Dana). Bersyukurlah bagi orang yang telah memiliki pekerjaan serta penghasilan yang mencukupi untuk kebutuhan hidup. Masih banyak orang lain yang tidak memiliki pekerjaan atau sudah mempunyai pekerjaan namun penghasilannya masih juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan rekreasi yang wajar. Salah satu cara bersyukur atas rejeki yang diperoleh adalah dengan membelanjakannya secara terukur, dan menabungnya sebagian sebagai investasi untuk masa depan. Banyak orang mengeluh bahwa sejak mulai bekerja dengan penghasilan “pas-pasan” hingga bertahun-tahun kemudian dengan penghasilan yang terus meningkat, masih tetap juga tidak mampu menabung karena kebutuhan hidup terus meningkat. Ribuan hari dilalui dengan menyimpan keluhan bahwa penghasilan masih saja “pas-pasan” walaupun secara absolut penghasilan yang diterima jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Menyisihkan penghasilan untuk mendapatkan kelebihan dana agar bisa diinvestasikan memang memerlukan disiplin yang tinggi terkait dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan melekatnya kesadaran tentang ketidakpastian di masa mendatang. Berinvestasi mempunyai banyak maksud dan tujuan. Beberapa di antaranya diungkap Joko Salim (Lihat Joko Salim, 2010: 10 Investasi Paling Gampang dan Paling Aman) dapat dirinci sebagai berikut:
· untuk berjaga-jaga
· mendapatkan keuntungan
· mengalahkan inflasi
· memiliki kehidupan lebih layak, dan
· mempersiapkan dana pensiun
Istilah investasi itu sendiri memang seringkali menyiratkan tentang uang dalam jumlah besar dan jangka waktu lama. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa menyisihkan dana sebesar Rp 3.000 setiap hari selama 10 tahun dengan hasil 10 % per tahun akan menghasilkan rejeki nomplok tak terkira banyaknya. Sebagian besar orang juga tidak mengetahui, bahwa pada dasarnya hukum investasi sangat sederhana, hanya menyangkut dana, waktu dan suku bunga (interest). Akan tetapi, salah satu penyebab ketidakpahaman masyarakat tersebut adalah minimnya dan tidak meratanya penyebaran informasi tentang investasi.
Jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa dengan tingkat literasi investasi yang rendah menjadi satu faktor kelemahan pasar finansial Indonesia; yaitu, basis investor lokal yang belum mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat ini masih banyak calon investor lokal yang relatif masih buta investasi finansial. Sementara itu, bagi banyak calon pemodal yang memiliki jumlah uang relatif terbatas, tidak mempunyai cukup waktu untuk mengelola sendiri investasinya, sekaligus pengetahuan dan akses informasi tentang investasi pasar finansial terbatas, mereka memerlukan sarana tepat untuk berinvestasi. Jawabannya adalah reksa dana.
"dikutip dari www.untungadaosi.blogspot.com"
Rabu, 26 Januari 2011
kosa kata
Hak Usaha adalah merupakan Hak yang diberikan oleh program OSI (One Solution Investment) kepada Orang yang telah terdaftar sebagai member atau anggota untuk Menjalankan Usaha dan Hak atas apa yang di Usahakannya Baik Berupa Bonus Maupun Investasi dalam bentuk simpanan
Asuransi adalah salah satu media untuk mengalihkan resiko pada diri seseorang pada suatu intstitusi yang legalitasnya diakui oleh pemerintah secara umum. Dan program OSI memberikan fasilitas ini khususnya asuransi kecelakaan kepada setiap anggotanya.Dengan cara membayarkan premi sesuai ketentuan yang diberlakukan oleh institusi yang bergerak di bidang asuransi tersebut yaitu PT. JASINDO (BUMN)
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), profit margin dalam suatu perjanjian kolektif, Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.
Asuransi adalah salah satu media untuk mengalihkan resiko pada diri seseorang pada suatu intstitusi yang legalitasnya diakui oleh pemerintah secara umum. Dan program OSI memberikan fasilitas ini khususnya asuransi kecelakaan kepada setiap anggotanya.Dengan cara membayarkan premi sesuai ketentuan yang diberlakukan oleh institusi yang bergerak di bidang asuransi tersebut yaitu PT. JASINDO (BUMN)
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), profit margin dalam suatu perjanjian kolektif, Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.
Selasa, 25 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

